Damen ( Batang Padi ) Cadangan Makanan ternak di Wareng Yang perlu diperhatikan


Gb.Tumpukan damen batang padi

Ternak  baik sapi maupun kambing bagi masyarakat Wareng  merupakan tabungan masa depan yang menjadi andalan.Hampir setiap keluarga petani yang ada di  Wareng memelihara sapi atau kambing dan bahkan tidak hanya satu ekor tetapi beberapa ekor di kandangnya.

Makanan ternak di Wareng bila musim penghujan tidak menjadi masalah karena makanan hijauan sangat mencukupi baik pohpn jagung. Tebon, rumput kolonjono maupun tanaman yang lain.Tetapi sebaliknya bila musim kemarau apalagi kemarau panjang maka makanan ternak menjadi masalah tersendiri bagi para petani maupun peternak yang ada.Untuk itu diperlukan kiat –kiat khusus yang bisa meringankan para peternak menyediakan makanan bagi ternaknya di musim kemarau.

Salah satu kiat yang perlu diintensifkan adalah mengawtkan batang padi ( damen ) bagi para petani.Perlu diketahui bahwa damen bila musim panen padi kadang-kadang kurang pikirkan secara khusus karena keterbatasan tenaga yang ada. Fokus para petani pada saat panen adalah bagaimanan hasil panen padinya tidak membusuk karena kehujanan serta tanah yang sudah dibabat padinya lekas bisa tertanami kembali.Akhirnya batang padi atau damen kurang mendapat prioritas agar terselamatkan dan menjadi cadangan makanan ternak di musim kemarau.Karena kurang mendapat perhatian mengakibatkan banyak damen yang membusuk dan tidak bisa untuk cadangan makanan ternak.

Faktor  penghambat yang lain adalah pengetahuan para petani yang masih kurang sehingga pengelolaan batang padipun hanya secara manual dan tradisional.Pengawetan yang banyak dilakukan adalah dengan cara dijemur  pada sinar matahari.Padahal sinar matahari di muasim panen ( penghujan ) amat sangat kurang belum lagi hujan yang kadang-kadang turun tanpa tanda-tanda terlebih dahulu.Akibatnya damen yang membusuk akan semakin banyak lagi.

Diperlukan LSM atau lembaga swasta maupun pemerintah untuk memberi contoh dan mensosisalisasikan pengawetan batang padi dengan cara  fermentasi yang praktis dan tidak memerlukan tenaga yang banyak.Sampai saat ini pemerintah khususnya dinas pertanian  dan peternakan belum banyak perhatiannya pada sosialisasi fermentasi pengawetan batang padi di tingkat petani.

Semoga hal ini menjadi perhatian sendiri bagi pemerintah agar para petani dan peternak bisa mengawetkan damennya dengan praktis  lewat fermentasi sehingga damen yang ada di musim panen bisa menjadi cadangan makanan ternak para petani di musin kemarau.

Hikmah :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( Q.S 7. Al-A’raaf ayat 96

Tentang wareng

desaku
Pos ini dipublikasikan di pertanian, Petrenakan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s