Miras dan Keputusan Yang Terhormat Bapak Mentri Dalam Negeri Indonesia Tercinta


Korban minuman keras sudah berjatuhan baik yang meninggal ,sekarat, sakit maupun korban karena dilukai atau dibunuh oleh pemabuk serta harta benda yang rusak karena pemabuk tersebut ngamuk.
Sebagian kecil pemerintah daerah bersama-sama dengan wakil rakyat DPR kemudian menggodok Perda Miras dibeberapa kabupaten dan kota di Indonesia.Salah satu tujuan pembentukan Perda Miras tersebut adalah agar korban minuman keras bisa di minimalisir sedikit mungkin.walaupun tetap ada korban dari minuman keras tersebut.
Tetapi bak petir di siang bolong Perda Miras yang sudah meinimalisir korban tersebut tahu-tahu kok mau dicabut atau ditinjau kembali dengan beberapa pertimbangan .
Sebagian tokoh masyarakat dan agama baik local maupun nasional akhirnya bergerak agar wacana mencabut Perda Miras tersebut tidak sampai terlaksana untuk melindungi moral bangsa dan khsusunya generasi muda.
Yang terhormat bapak mentri mungkin karena kesibukannnya yang sangat tinggi tidak sempat membaca berita-berita tentang efek negative minuman keras tersebut.Padahal ratusan korban miras sudah mati “Sangit “ dengan meninggalkan beban keluarga baik anak maupun istri.Yang dibunuh atau dilukai oleh pemabukpun sudah tidak kalah banyaknya .
Kepada Yang Terhormat Bapak Mentri tolong tinjau kembali rencana bapak untuk meninjau ulang tentang Perda Miras tersebut untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.Dana Cukai minuman keras tidak sebanding harganya dengan rusaknya moral bangsa karena minuman keras.Tetapi bila dipandang keuntungan miras lebih tinggi menurut Bapak dibandingkan moral generasi muda yang rusak karena miras ya monggo karena pengambil keputusan ada ditangan Bapak Mentri,tetapi bila hal ini terjadi maka musibah karena miras di Inonesia tercinta akan lebih besar lagi .Dan Salah sau penyebabnya adalah kepuusan Yang erhormat Bapk Mentri.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan kotor termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah [5] : 90)

Tentang wareng

desaku
Pos ini dipublikasikan di Sosial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s