Semoga Di wareng Tidak Ada Kejadian Semacam ini


(KRjogja.com) – Pesta minuman keras oplosan jenis lapen di Gunungkidul yang dilakukan di lapangan Kesatrian Wonosari menelan korban jiwa Winda Hadi Saputra ( 21) warga RT 12/19, Tawarsari, Wonosari. Peristiwa ini terjadi hanya selang dua hari setelah kematian Sudadiyo, seorang timer angkutan umum warga Selang.

Korban menghebuskan nafasnya, Selasa (12/4) sekitar pukul 14.30 WIB saat dalam perjalanan dari rumah sakit Grasia Yogyakarta menuju RSUP Dr Sarjito. Di bagian dada korban, terlihat lebam dan kebiru-biruan.

Sebelum meninggal, korban bersama dua orang temannya yang hingga semalam melakukan pesta miras di lapangan Kesatrian Wonosari. Sepulang pesta miras, Winda seperti biasanya melakukan aktivitas untuk usaha warung kelontong.

Namun beberapa jam kemudian, korban meraskaan badannya sakit dan langsung minum obat. Beberapa saat kemudian Winda muntah-muntah dan pandangan matanya kabur.

Korban sempat dibujuk untuk diperiksakan, namun menolaknya. Lantaran kondisinya memburuk korban langsung dirujuk ke salah satu rumah sakit di Yogyakarta.

Kasatreskrim Polres Gunungkiudl AKP Widy Saputra mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan minuman keras yang dikonsumsi korban. ”Jika yang diminum lapen, memang terbuat dari oplosan alkohol dengan kadar 98 persen dan dicampur air mineral serta soft drink. Kami akan terus mengembangkan kasus ini,” tegasnya. (Bmp)

(KRjogja.com) – Petugas Reskrim Polres Gunungkidul mengamankan 10 remaja berlainan jenis dan tiga diantaranya siswa SMP Swasta di Wonosari saat berada di rumah kosong, Desa Mulo, Satu (10/4) malam degngan barang bukti beberpa lembar pakaian yang diduga akan melakukan pesta minuman keras dan seksual.

Kepala Dukuh Mulo, Wasiran kepada KRjogja.com, Minggu (10/4) menjelaskan peristiwa bermula kecurigaan masyarakat yang mendapati rumah kosong didatangi pasangan muda-mudi menggunakan sepeda motor.

“Lantaran rumah itu kosong ratusan warga langsung melakukan penggrebekan dan ternyata di dalam rumah ada puluhan remaja terdiri remaja pria dan wanita. Saat digegek warga rumah itu dalam keadaan gelap tanpa penerangan (lampu), selanjutnya ke 10 remaja ini diserahkan ke Polsek Wonosari,” ujar Waasiran.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Widy Saputro saat dikonfirmasi mengatakan para remaja itu sudah diminta keterangan dan masih terus didalami. Namun, belum ada yang ditahan dan dikenakan wajib lapor. Bahkan, jika dalam pemeriksaan akan berbuat asusila menjurus cabul, polisi akan diusut tuntas karena ada beberpa siswa SMP di bawah umur.

“Proses pemeriksaan masih berlangsung dan jika terbukti melakukan perbuatan cabul akan kami usut tuntas. Kepadanya akan kita jerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak (UUPA) No 23 Tahun 2002,” imbuhnya.

Kasat Reskrim menjelaskan kesepuluh remaja itu adalah Tri (20), Sjw (20) Ekw (20), Jam (20), Den (20) semuanya warga Mulo, Wonosari, And (19) warga Pracimantoro Wonogiri, Jawa Tengah dan Ngat (20) warga Mulo. Sedangkan ketiga siswi SMP ini adalah Dik (16) warga Pulutan Wonosari, Brg (15) warga Jeruksari Wonosari dan Cik (15) warga Desa Baleharjo Kecamatan Wonosari. (Bmp)

Tentang wareng

desaku
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s