Wareng Panen Ketela Pohon dan Gaplek


Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Gb. Gaplek Yang di Panen Di Ladang

Gb.Singkong Yang belum dipanen

Andalan hasil pertanian di Wareng  yang sudah menjadi cirri kasnya adalh ketela pohon dan gaplek.Saat ini sudah mulai panen dengan sudah tidak turunnya hujan atau musim kemarau mulai tiba.

Petani mulai memanen tanaman ketela pohonnya, baik dengan cara dibawa pulang maupun diproses ( dionceki di ladang).Ada beberapa keuntungan antara diproses di ladang dengan dibawa pulang ,bila dip roses di ladang maka hasil panen akan cepat kering karena sinar matahari cukup tersedia tidak terhambat oleh pohon-pohon yang tinggi serta membawa pulangpun sudah dalam kondisi kering sehingga lebih ringan.Selain itu daun dan kulit ketelapohonnya ( jengki ) akan lebih awet sehingga menjadi cadangan makanan ternak untuk beberapa hari sampai proses panennya selesai.

Bila diproses di rumah akan lebih cepat selesai karena sesampai di rumah biasanya dibantu memproses  ( ngonceki kulitnya ) oleh tetangga-tetangga yang mencari jengki untuk makanan ternak, tetapi dari petani yang bersangkutan cadangan makanan ternaknya menjadi lebih cepat habis.Selain itu pengeringan nya banyak terhambat oleh pepohonan yang berada di sekitar rumah.

Penjualan hasil panenpun sekarang ini sudah sangat mudah sebab dengan adanya sarana transportasi maka pembeli atau pedagang akan langsung mencari lokasi dimana petani mempunyai ketela pohon.Ada pedagang yang langsung mau membeli ketela pohon yang baru saja dipanen ( ketela pohon basah) maupun setengah  kering ( sudah dionceki dan dipanaskan sekitar satu hari ) maupun pedagang yang membeli gaplek kering. Semua proses pembelian dan penjualan tersebut bisa langsung di lokasi panen.

Bagi yang tidak dijual maka oleh petani disimpan untuk cadangan makanan baik untuk dibuat thiwul atau kadang –kadang untuk ngombor sapi di musim kemarau sewaktu makanan ternak sulit didapatkan.

Demikian sekilas panen ketela pohon atau gaplek di Wareng,semoga menambah kesejahtraan masyarakat Wareng dan juga menambah rasa syukur pada Alloh SWT bahwa ketela pohon tersebut merupakan karunia dari Alloh SWT dengan member hujan untuk menumbuhkannya.

Hikmah :

“Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. (HR. Al-Baihaqi)”

Tentang wareng

desaku
Pos ini dipublikasikan di pertanian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s