Hajatan..banyak makanan yang mubadzir


Hajatan saat ini baru trend yang memasyarakat, mulai supitan, nikahan , syukuran dan sebagainya.Tidak cukup satu hari bahkan ada yang beberapa hari ,persiapan sudah pasang tenda dan sound sistem dan listriknya ,sambil masak-masak untuk membuat pacitan sudah distelkan sound sistem satu malam ,untuk cegah lek katanya.Pacitan yang dibuatnyapun tidak cukup satu atau dua macam, banyak macamnya seperti :lemper, kacang bawang, emping mlinjo, roti, dodol ,mete (dari kalangan  ekonomi yang agak mapan ), dan sebagainya.

sisa_makanan_2Saudara atau famili yang dekat akan membawa ubo rampe seperti gula, teh, beras ,ketan , lombok merah ,kenthang, mie mentah, dan sebagainya.Ada petugas pencatat yang akan mencatat siapa saja yang menyumbang dan apa saja sumbangannya.Tidak lupa juga yang menyumbang berujud uang.Catatan ini akan menjadi “ KITAB “ yang tidak boleh hilang sebab bila sang penyumbang mempunyai hajatan maka nanti “WAJIB” mengembalikan bentuk sumbangan yang sama, bila tidak maka akan menjadi cerita semacam novel yang tidak tertulis dan akan dibaca oleh seluruh warga kampung tersebut.

Selain itu rumah sang pemilik hajad akan dihias sedemikian rupa ,dengan kain korden yang gemerlap maka gedheg yang berlubang , genting yang sudah menghitam, tiang rumah yang sebagian sudah keropos akan tertutup kain tersebut,bak Istana Raja yang megah.

Sampailah pada hari “H” dimana pemilik hajatan akan menjadi “ RAJA” duduk menyalami tamu yang tiada-henti-hentinya tersenyum,pakaian sang tuan rumah juga pinjaman dari salon yang motifnya seperti pakaian “RAJA” .Pekerjaannya duduk ,berdiri, bersalaman, tersenyum .Para perewang ( yang membantu empunya hajat ) sudah siap untuk menjamu sang tuan rumah dengan makanan dan minuman yang cukup bergizi.

Kondisi para tamupun tidak kalah meriahnya, semua berpakaian dengan rapi, yang dipakai minimal pakaian yang terbaik,ibu-ibu dengan kebaya yang paling mutakhir dengan sanggul yang menarik karena dari salon ,sandal jinjit bawa tas kecil berlenggang longgok bak peragawati di atas panggung.Para tamu di terima dan disalami para among tamu yang rapi-rapi dan wangi-wangi ,disuruh menulis di buku tamu yang bergambar bunga dari emas dipersilahkan ambil minuman ,teh manis ,teh pahit atau putih dan selepek snak yang berisi tiga atau empat macam snak. Kemudian dipersilahkan duduk yang sudah diatur para among tamu untuk memudahkan mengkomando bila kode dari penjaga makanan sudah ada.Sang among tamu tidak lupa menanyakan kabarnya dan kemudian mempersilahkan untuk menikmati snek yang sudah ada didepannya. Sang tamupun meminumnya cukup sedikit saja sebab bila dihabiskan akan membuat geger disekitarnya dengan lakon “TAMU KEHAUSAN “.Bila episode minum dan makan snek selesai maka sang tamu dipersilahkan oleh sang among tamu untuk ke belakang .Ke belakang disini bukan untuk buang hajat tetapi untuk menikmati makanan yang sudah ada di ruang makan.Sebelum masuk ruang makan jangan lupa untuk melihat rumah-rumahan dari kayu yang berlubang sebesar amplok kertas dan kadang-kadang ditempeli amplop di luarnya.Amplop yang sudah dipersiapkan dari rumah dan tentunya berisi rupiah serta diluarnya sudah ditulisi nama pembawa amplop tersebut dimasukkan kedalam lubang rumah mini tersebut.

Sepeninggal sang tamu masuk ke ruang makan, para among tamu memberi kode kepada para wiranem ( anak-anak muda yang membantu menghidangkan makanan ) agar mengambili gelas dan snek sisa dari sang tamu tersebut.Gelas yang masih brisi teh manis separo itupun diambili oleh para wiraem untuk dibawa ke tempat pencucian gelas.Dibuanglah teh manis tersebut ke dalam ember besar yang ada di sekitar tempat pencucian gelas.Adapun sisa snek dari sang tamu tadi dikumpulkan kembali untuk kemudian dibagikan pada para wiranem dan perewang yang ada.

Kembali ke sang tamu yang masuk ke ruang makan, setelah sang tamu memasukkan amplop ke dalam rumah mini,maka akan disambut oleh para pelayan tamu yang berpakaian bagus dan berpenampilan yang lumayan dan ini biasanya diambilkan pada para perewang putri yang mempunyai paras yang lumayan.Sang tamu di beri sebuah piring serta sendok kemudian sang tamu mengambil nasi cukup sepertiga enthong saja sebab walaupun mungkin agak lapar bila mengambil nasinya seenthong penuh maka besuk paginya akan menjadi judul sebuah episode dengan lakon tamu kelaparan.Sang tamu kemudian mengambil lauk, sayur lombok campur irisan daging, rambak dan telur burung puyuh , mie, daging, telor ayam separuh ,krupuk dan irisan acar. Tidak lupa mengambil buah seperti pisang, semangka atau jeruk dan air putih untuk minum.Setelah menikmati makanan sebentar sang tamu meninggalkan piring yang masih tersisa makanannya di tinggal di kursi atau bawah kursi.

Keluarlah sang tamu lewat pintu lain yang sudah ada tulisannya “KELUAR” kemudian menyalami sang pemilik hajatan .

Di dalam ruang makan  piring dengan sisa –sisa makanan diambili oleh sang perewang kemudian dibawalah ke tempat pencucian piring dan sendok. Nasi, sayur lombok krupuk daging rambak yang tidak habis dikumpulkan di dalam teggok besar atau ember besar untuk diberikan pada ayam pada hari berikutnya.Bila ternyata hari berikutnya sudah basi maka sisa makanan tersebut dibuang atau dipendhem dalam tanah. Nasi, sayur lombok, rambak, daging, mie, krupuk, acar, membusuk begitu saja .Pada hal seminggu sebelumnya makanannya adalah nasi dan sayur daun ketela yang kurang santan dan kurang gula karena kehabisan kelapa dan gula.

Semoga kita terhindarkan dari kemubadziran semacam ini.

2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah [389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram [390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya [391], dan binatang-binatang qalaa-id [392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya [393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Tentang wareng

desaku
Pos ini dipublikasikan di Sosial. Tandai permalink.

2 Balasan ke Hajatan..banyak makanan yang mubadzir

  1. nurrahman18 berkata:

    ya kadang ironi gan

  2. wareng berkata:

    Ya semoga menjadi perenungan kita bersama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s