2010: FB dan BB Kian Menggila


Fenomena Facebook (FB) dan BlackBerry (BB)
membuka mata kita, bahwa masyarakat masih sangat
memerlukan komunikasi yang mudah dan sebisa mungkin murah. Murah bukan berarti membayar sedikit,
tetapi pemakai mendapatkan lebih daripada biaya
yang sudah dibayar. Percuma saja penyedia jasa atau penjual layanan komunikasi menawarkan ponsel internet hanya beberapa ratus ribu rupiah, tetapi koneksinya sangat lambat. Meskipun membayar sangat murah, tetapi konsumen akhirnya merasa tertipu dan tidak
tertarik lagi dengan tawaran seperti itu.

Di sisi lain, kemudahan berkomunikasi dengan berbagai cara, kini dapat dilakukan hanya dengan jari. Orang tidak perlu lagi berjalan menuju ke tempat telepon di rumah atau ke warnet bagi yang tidak punya telepon. Sekarang sudah sangat biasa, orang melakukan komunikasi di segala kondisi dan segala tempat. Bahkan seringkali membahayakan dirinya maupun orang lain. Lihat saja pengendara sepeda motor atau pengemudi mobil yang melakukan SMS di jalan. Bahkan saya pernah melihat seorang pemetik kelapa, menerima telepon ketika dia sedang di pucuk pohon kelapa. Luar biasa.
Di banyak negara, menelepon, apalagi SMS dan chatting, merupakan pelanggaran berlalu lintas. Memang ada pengecualian, yaitu menggunakan speaker (hands free), sehingga pengemudi tidak perlu menyentuh apapun ketika harus menjawab telepon. Tetapi masalahnya satu, kadang-kadang pembicaraan teleponnya tidak boleh diketahui teman lain yang kebetulan berada satu mobil, sehingga di Indonesia, fasilitas ini tidak populer sama sekali.
Bentuk komunikasi tidak hanya menelepon atau mengirim SMS dan email, karena sejak dikenalkannya Facebook, masyarakat digital semakin terlihat kekuatannya. Semakin hari semakin banyak orang yang memasuki dunia Facebook. Tidak hanya ke Roma, kini juga banyak jalan menuju ke Facebook. Selain dari komputer, juga dapat dari SMS, browser ponsel, aplikasi ponsel, mobile internet device (MID) dan seterusnya. Diakui atau tidak, Facebook telah membawa arus ekonomi baru. Lihat saja kini hampir semua ponsel menawarkan ‘bisa facebook’ dalam iklannya. Hampir semua operator seluler juga menawarkan ‘koneksi ke chatting dan facebook’ dengan tarif murah. Di tahun 2010 boleh dikatakan, fenomena Facebook dan BlackBerry bakal kian menggila.
Kini Facebook menjangkau semua lapisan masyarakat, mulai dari pimpinan organisasi dan juragan bisnis, sampai pada anak SD dan pembantu rumah tangga, sudah ketagihan Facebook. Bahkan dalam banyak hal, mereka bersatu untuk melawan ketidakadilan dan ketertutupan. Lihat saja kasus Cicak lawan Buaya, dapat terkumpul lebih dari satu juta pendukung Cicak hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Kini juga ada gerakan mendukung Prita Mulyasari yang dianggap masyarakat diperlakukan tidak adil.
Tetapi para petinggi negeri ini lupa, meskipun terkesan main-main, tetapi informasi yang disampaikan satu orang, dapat dengan cepat tersebar luas, ke seluruh dunia. Kekuatan pun mudah terbentuk dan jangan main-main dengan kekuatan yang besar. Meskipun belum ada pemerintahan jatuh gara-gara facebook, tetapi sudah banyak tokoh-tokoh politik memenangkan pemilu dengan bantuan Facebook, dan banyak pula gerakan moral melalui Facebook yang akhirnya mengubah keputusan, seperti pada kasus KPK dan Century-gate yang sedang hangat.
Pemerintah harusnya cerdik memanfaatkan peluang ini, dengan memanfaatkannya untuk menyampaikan berbagai informasi penting. Di negara-negara lain, bahkan Twitter pun sudah rutin dipakai untuk menyampaikan pengumuman. Misalnya, kapan libur nasional, kapan kegiatan pemilu, ada ujian nasional atau tidak, dan seterusnya. Saat ini pemerintah belum menganggap bahwa jejaring sosial merupakan media komunikasi yang baik, apalagi formal, karena memang birokrasi kita memaksa bahwa komunikasi harus melalui kop surat, cap dinas, dan tanda tangan. Padahal itu asalnya sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Atau, jangan-jangan para petinggi negeri kita ini tahu, jejaring sosial sangat bermanfaat untuk menyampaikan informasi. Masalahnya, mereka tidak punya informasi yang perlu disebar ke masyarakat luas. q-o
(Wing Wahyu Winarno, Ketua I JogjaIT, Dosen STIE YKPN Yogyakarta)

Sumber : http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=206877&actmenu=46

Tentang wareng

desaku
Pos ini dipublikasikan di Teknologi Informasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s